PPP Sambut Baik Kemenangan Politik Palestina di PBB
Status negara Palestina didukung mayoritas negara anggota PBB.
Jum'at, 30 November 2012, 11:41
Mohammad Adam
VIVAnews
- Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Roamhurmuziy
menyatakan status negara Palestina yang didukung 138 negara dalam
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) patut disyukuri sebagai
hasil perjuangan yang menggembirakan.
"Dukungan ini kemenangan politik bagi perjuangan hak bangsa Palestina," ujar Romahurmuziy dalam pesan singkat kepada VIVAnews, Jumat 30 November 2012.
Meski begitu, menurut Romi -sapaan Romahurmuziy-, kemenangan dukungan mayoritas dalam Majelis Umum PBB ini masih perlu ditindaklanjuti dengan prosedur penentuan wilayah Palestina yang sah. "Dukungan ini harus berlanjut pada kemenangan dan kewenangan teritorial yang masih belum stabil," kata Romi.
Dengan demkikian, lanjut Romi, Indonesia sebagai negara sahabat yang menaruh simpati pada perjuangan Palestina selama ini dapat berperan aktif mengawal pelaksanaan prosedur itu.
"PBB harus menempatkan pasukan penjaga perdamaian untuk mengawal dukungan ini secara prosedural, dengan melibatkan seluruh kekuatan negara-negara yang selama ini cukup memberi perhatian kepada persoalan Palestina, termasuk Indonesia," kata Romi.
Sebelumnya, hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB, Kamis 29 November 2012, menggembirakan masyarakat Palestina dan warga dunia yang bersimpati pada Palestina. Mayoritas negara anggota Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui Palestina tidak lagi hanya berstatus sebagai "pengamat" melainkan sudah menjadi "negara pengamat non-anggota." Dengan demikian, Palestina sekaligus diakui sebagai sebuah negara berdaulat. Namun, pengakuan Palestina ini tidak disetujui semua negara anggota Majelis Umum PBB, terutama AS dan Israel.
Setidaknya, 17 negara di Eropa mendukung lahirnya Palestina, Austria, Prancis, Italia, Norwegia, dan Spanyol. Ini merupakan hasil upaya Abbas yang fokus melobi Eropa. Sementara Inggris, Jerman, dan lain-lain memilih untuk abstain.
"Dukungan ini kemenangan politik bagi perjuangan hak bangsa Palestina," ujar Romahurmuziy dalam pesan singkat kepada VIVAnews, Jumat 30 November 2012.
Meski begitu, menurut Romi -sapaan Romahurmuziy-, kemenangan dukungan mayoritas dalam Majelis Umum PBB ini masih perlu ditindaklanjuti dengan prosedur penentuan wilayah Palestina yang sah. "Dukungan ini harus berlanjut pada kemenangan dan kewenangan teritorial yang masih belum stabil," kata Romi.
Dengan demkikian, lanjut Romi, Indonesia sebagai negara sahabat yang menaruh simpati pada perjuangan Palestina selama ini dapat berperan aktif mengawal pelaksanaan prosedur itu.
"PBB harus menempatkan pasukan penjaga perdamaian untuk mengawal dukungan ini secara prosedural, dengan melibatkan seluruh kekuatan negara-negara yang selama ini cukup memberi perhatian kepada persoalan Palestina, termasuk Indonesia," kata Romi.
Sebelumnya, hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB, Kamis 29 November 2012, menggembirakan masyarakat Palestina dan warga dunia yang bersimpati pada Palestina. Mayoritas negara anggota Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui Palestina tidak lagi hanya berstatus sebagai "pengamat" melainkan sudah menjadi "negara pengamat non-anggota." Dengan demikian, Palestina sekaligus diakui sebagai sebuah negara berdaulat. Namun, pengakuan Palestina ini tidak disetujui semua negara anggota Majelis Umum PBB, terutama AS dan Israel.
Setidaknya, 17 negara di Eropa mendukung lahirnya Palestina, Austria, Prancis, Italia, Norwegia, dan Spanyol. Ini merupakan hasil upaya Abbas yang fokus melobi Eropa. Sementara Inggris, Jerman, dan lain-lain memilih untuk abstain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar